Analisis Konstruksi dan Penyebab
Personel Polsek Mukok segera tiba di lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Mukok, AKP Ambril, menjelaskan bahwa struktur bangunan menjadi salah satu faktor penentu cepatnya ruko tersebut roboh saat tanah bergeser.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar akibat ambruknya tiga unit ruko tersebut,” ungkap AKP Ambril.
Berdasarkan analisa awal kepolisian, ruko tersebut dibangun menggunakan sistem tiang penyangga beton dan tidak menapak langsung pada tanah padat yang stabil. Hal ini membuat bangunan kehilangan keseimbangan seketika saat fondasi bawahnya bergerak.
“Diduga kuat, pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan patahnya tiang penyangga beton sehingga bangunan tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk,” jelas Kapolsek.
Imbauan Kewaspadaan Dini
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Sanggau, khususnya yang bermukim di daerah lereng atau tepian sungai yang rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, terutama saat hujan turun dengan durasi lama.
Hingga saat ini, Polsek Mukok bersama instansi terkait masih terus bersiaga di lokasi terdampak untuk memantau potensi pergerakan tanah susulan guna memastikan keselamatan warga di sekitar Dusun Ubay tetap terjaga.
