Sudjatmiko: Proyek Sekolah Rakyat Jangan Asal Bangun, Utamakan Keselamatan Anak

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, memastikan pembangunan berjalan sesuai target, berkualitas, serta mengedepankan aspek keselamatan anak dan keberlanjutan lingkungan. Hal tersebut disampaikan setelah melakukan kunjungan kerja ke Kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi

Sudjatmiko menyoroti sejumlah hal penting, mulai dari progres pembangunan, potensi deviasi biaya, hingga kualitas fasilitas yang akan digunakan para siswa nantinya. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kami melihat masih terdapat deviasi pekerjaan yang perlu segera dimitigasi. Jangan sampai persoalan teknis dan manajemen pelaksanaan justru menghambat program yang sangat mulia ini. Karena itu, saya mendorong dilakukan review desain secara menyeluruh agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu,” ujar Sudjatmiko di sela-sela kunjungannya.

Menurutnya, deviasi pekerjaan yang mencapai sekitar 20 persen harus menjadi perhatian serius. Ia menilai pola pelaksanaan subkontrak dan pengelolaan arus kas proyek perlu diperbaiki agar tidak mengganggu progres pembangunan di lapangan.

Selain aspek konstruksi, Sudjatmiko juga memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan lingkungan di kawasan Sekolah Rakyat. Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya menyediakan embung atau kolam penampungan air, tetapi juga harus dilengkapi dengan sumur resapan guna menjaga keseimbangan air tanah.

“Kalau hanya membuat tampungan air tanpa memperhatikan recharge air tanah, dalam jangka panjang bisa menimbulkan persoalan. Struktur bangunan mungkin tetap aman, tetapi fasilitas lain seperti jalan, lapangan olahraga, dan area publik berpotensi mengalami ambles atau retak. Ini tentu akan menambah biaya perawatan di kemudian hari,” jelasnya.

Sudjatmiko juga meminta agar aspek keselamatan anak menjadi prioritas utama dalam desain bangunan. Ia mengingatkan bahwa siswa Sekolah Rakyat, khususnya jenjang SD kelas 1 hingga kelas 4, masih membutuhkan pengawasan dan perlindungan ekstra.

Exit mobile version