“Kelas maupun asrama harus dirancang aman. Jika ada bangunan dua lantai, jendelanya harus memiliki pengaman yang memadai. Jangan sampai ada celah yang dapat membahayakan anak-anak. Keselamatan mereka harus menjadi standar utama dalam pembangunan,” tegas legislator PKB tersebut.
Tak hanya itu, ia turut menyoroti kualitas fasilitas sanitasi. Menurutnya, kamar mandi dan toilet harus menggunakan material yang kuat serta tahan terhadap kerusakan sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Jangan hanya mengejar estetika. Pintu kamar mandi, sanitasi, dan seluruh fasilitas pendukung harus memiliki standar kualitas yang baik karena akan digunakan oleh banyak anak setiap hari,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudjatmiko juga mengusulkan agar konsep penghijauan di lingkungan Sekolah Rakyat tidak hanya menggunakan tanaman perdu, tetapi juga dilengkapi dengan pohon-pohon berbuah seperti jambu, mangga, dan belimbing.
“Anak-anak perlu lingkungan yang asri dan menyenangkan. Kalau ada pohon buah, mereka bukan hanya mendapatkan keteduhan tetapi juga bisa belajar mencintai alam sekaligus memperoleh manfaat dari buah yang dihasilkan. Ini akan menjadi nilai tambah bagi Sekolah Rakyat,” katanya.
Sudjatmiko mengapresiasi pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Ia berharap proyek ini dapat menjadi percontohan nasional yang mampu memberikan harapan baru bagi anak-anak Indonesia.
“Program Sekolah Rakyat harus menjadi simbol bahwa negara hadir untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia. Karena itu, pembangunan harus dilakukan dengan baik, berkualitas, memperhatikan keselamatan, serta ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya.
