Pakistan Accords, Iran, Dan Masa Depan Perang AS – Israel

Pakistan Accords, Iran, Dan Masa Depan Perang AS - Israel/(foto: ilustrasi fkn)

FAKTANASIONAL.NET – 90 menit sebelum tenggat waktu 48 jam yang dikasih Trump untuk Iran kemarin habis, AS justru menerima gencatan senjata selama 2 Minggu dengan Iran.

Gencatan senjata ini diprakarsai oleh Pakistan, tapi Iran tidak yakin dengan Pakistan, Pakistan adalah aliansi kuat AS. Namun, di menit menit akhir, China masuk lewat wapres AS JD Vence. Meyakinkan Iran untuk ceasefire dan Iran menerima.

Jalurnya, Pakistan melobi Trump untuk ceasefire, lalu Pakistan mengontak Iran, Iran lalu juga dikontak oleh China, setelah dikontak China, Iran baru yakin, lalu Iran menetapkan 10 syarat, AS menerima syarat ini sementara, dan terjadilah gencatan senjata sementara yang detailnya akan dibahas Jumat besok di Islamabad Pakistan(Pakistan Accords).

AS menerima gencatan senjata ini bahkan tanpa sepengetahuan PM Israel Netanyahu, Netanyahu menolak gencatan senjata ini apalagi 10 poin yang diajukan Iran termasuk penghentian perang dengan HZB di Lebanon.

Penghentian perang dengan HZB Lebanon adalah kerugian besar bagi Israel, karena HZB selama perang ini telah menyebabkan kerugian besar di Israel, dan akan terus menimbulkan ancaman serius bagi keamanan Israel jangka panjang.

Makanya Netanyahu awalnya mengatakan, walaupun gencatan senjata dengan Iran sudah disetujui trump, tapi Netanyahu ngotot, bahwa ini tidak termasuk dengan HZB Lebanon. Tapi Trump menekan Netanyahu agar menerima semua kondisi, dan sekarang Netanyahu telah menerima gencatan senjata termasuk dengan HZB Lebanon atas tekanan Trump.

Kenapa AS menerima gencatan senjata ini?

Pertama:
Kondisi di lapangan sangat tidak mungkin melanjutkan perang, Trump kalah secara moral, kalah secara militer, kalah dukungan dalam negeri, tekanan luar negeri yang terus meningkat.

Kedua:
Selat Hormuz yang tidak memiliki peluang dibuka dengan cara apapun termasuk cara militer oleh AS.

Ketiga:
Iran mengancam akan menutup selat bab Al Mandeb oleh Houthi. Dan akan melakukan serangan besar-besaran ke seluruh negara teluk aliansi AS Jika AS berani mengeksekusi ancaman Trump yang akan menghapuskan peradaban Iran dalam semalam seperti sudah pernah dia sebutkan sebelumnya.

Keempat:
Tekanan ekonomi dan domestik yang meningkat seiring naiknya harga harga energi global dan kacaunya wilayah teluk, Melanjutkan perang akan semakin beresiko bagi AS dan sekutunya.

Kelima:
Trump juga terancam digulingkan dari dalam efek perang berlarut yang telah banyak merugikan AS, Trump juga mendapatkan tekanan atas kegagalan operasi Isfahan dua hari lalu saat melakukan penyelamatan pilot. Kerugian AS terlalu besar dalam misi itu.

Keenam:
Korban dan kerugian di pihak AS dan Israel yang meningkat sehingga memberikan konklusi narasi bahwa perang ini gagal dimenangkan AS( 750 korban tentara, 40 miliar dolar lebih secara dana, 17 pangkalan militer di teluk hancur, dan kehancuran sekutu di wilayah timur tengah.

Gencatan senjata ini bukan apa yang diinginkan Trump dan Netanyahu, tapi kondisi di lapangan tidak memungkinkan lanjut, karena kegagalan demi kegagalan AS dan Israel terus berlangsung dalam mencapai tujuannya di Iran.

Perang ini semakin tidak lagi populer, karena kegagalan militer AS dan Israel diikuti oleh kegagalan narasi dan media di lapangan, ditambah dengan realitas daya tahan bangsa Iran yang tak tergoyahkan selama lebih 41 hari perang berlangsung.

Kombinasi faktor faktor tadi menghasilkan gencatan senjata yang tak diinginkan oleh AS dan Israel itu sendiri.

Exit mobile version