Trump diduga tidak memiliki banyak pilihan karena tekanan domestik dan internasional yang kian masif, termasuk ancaman pemakzulan (impeachment) serta kurangnya dukungan dari sekutu-sekutu Eropa.
Analis menyebut bahwa eskalasi lebih lanjut terhadap sumber energi Iran akan memicu serangan balasan ke negara-negara Teluk Arab yang bisa menghancurkan ekonomi global.
“Trump perlu keluar dari situasi ini dengan tetap terlihat kuat,” ujar pengamat politik, dilansir dari CNN.
Dengan menyepakati tuntutan Iran yang dianggap lebih rasional, Trump mencoba mengamankan kepresidenannya dari kehancuran politik akibat perang yang tidak populer di dalam negeri maupun di mata dunia.[dit]
