FAKTANASIONAL.NET – Pos anggaran perjalanan dinas luar negeri DPRD DKI Jakarta untuk tahun 2026 tengah menjadi sorotan publik.
Pasalnya, terdapat kenaikan drastis hingga mencapai angka Rp31 miliar, sebuah lonjakan fantastis jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2025 yang hanya dipatok sebesar Rp1,6 miliar.
Lonjakan yang termaktub dalam pos “Koordinasi dan Konsultasi Pelaksanaan Tugas DPRD” ini memicu kritik pedas dari Center for Budget Analysis (CBA).
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai kenaikan hampir 20 kali lipat ini tidak masuk akal dan minim urgensi.
Perbandingan yang Mencolok
Uchok menduga rendahnya anggaran pada tahun sebelumnya menjadi pemicu “balas dendam” anggaran di tahun 2026 agar seluruh anggota dewan bisa mencicipi fasilitas ke luar negeri.
“Ini luar biasa. Kenaikannya bahkan mungkin lebih cepat dari kenaikan gaji buruh atau karyawan biasa,” ujar Uchok dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Relevansi Masalah Jakarta dan Solusi Luar Negeri
Kritik utama CBA tertuju pada relevansi antara masalah domestik Jakarta dengan lokasi kunjungan dinas.
Uchok mempertanyakan apakah solusi untuk problem krusial seperti kemacetan dan banjir memang harus dicari hingga ke benua lain dengan biaya sebesar itu.
