Dari ASN hingga Audit, Gaya Komunikasi Menteri PU Dinilai Berdampak Negatif

Menteri PU, Dody Hanggodo/rm.id.

FAKTANASIONAL.NET – Gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mendapat sorotan dari beberapa pengamat. Sorotan tersebut muncul setelah dalam beberapa pekan terakhir ia melontarkan sejumlah pernyataan yang menuai kontroversi.

Salah satunya pernyataan kontroversialnya adalah terkait isu loyalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memicu perdebatan luas.

Pernyataan tersebut awalnya disampaikan sebagai bentuk penegasan disiplin birokrasi, namun berkembang menjadi diskursus publik yang memicu pro dan kontra.

Kontroversi ini bermula saat kunjungan kerja di Sekolah Rakyat, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada 11 April 2026. Dalam kesempatan itu, Dody mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi di lapangan dan kinerja jajarannya.

“Kalau kemarin saya masih umur 20 tahun, saya tonjok tuh,” ujarnya jengkel, merespons kinerja bawahannya.

Pada momen yang sama, ia kembali menegaskan sikapnya soal loyalitas aparatur sipil negara. “Kalau enggak suka dengan Pak Presiden Prabowo Subianto, keluar dari ASN! Berhenti jadi ASN! Jangan buat begini,” katanya.

Dalam situasi yang dinilai emosional, ia mengeluarkan Pernyataan keras yang disampaikan dalam situasi yang dinilai emosional tersebut kemudian viral di media sosial. Ucapan tersebut menuai kritik karena dianggap kurang mencerminkan sikap pejabat publik.

Sebelumnya, Dody juga sempat menjadi sorotan terkait pernyataannya mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menyebut adanya potensi kerugian negara hingga hampir Rp3 triliun dalam sejumlah proyek.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, ia membentuk Tim Lidi Bersih guna menelusuri dugaan penyimpangan dan memperbaiki tata kelola proyek.

Namun dalam perkembangannya, nilai potensi kerugian tersebut mengalami penyesuaian, dari Rp3 triliun menjadi Rp1 triliun, hingga akhirnya berada di kisaran Rp600 miliar.

Anehnya, Dody belakangan mengaku tidak mengikuti secara rinci perkembangan tim tersebut dan menyarankan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Inspektorat Jenderal.

Selain itu Dody juga melontarkan kritik terhadap generasi muda pegawai Kementerian PU. Ia menyebut sebagian di antaranya “konslet” dan berpotensi tergoda praktik menyimpang demi mengejar jabatan.

“Hari ini menurut saya, generasi muda PU sudah agak konslet sedikit otaknya. Nah itu harus saya cuci. Generasi muda PU hari ini menurut saya akan berlomba-lomba mencuri uang APBN untuk bisa mendapatkan jabatan eselon 1, 2, 3 secepat-cepatnya. Nah, itu tidak boleh,” kata Dody awal April 2026 lalu.

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai munculnya sejumlah pernyataan kontroversial dari Dody dalam beberapa minggu terkahir ini tidak lepas dari lemahnya komunikasi internal di lingkungan Kementerian PU.

Exit mobile version