Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Runtuh, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas 5 Persen

(ilustrasi kilang minyak/(pixabay)

“Niat baik yang muncul pada hari Jumat kini sudah sepenuhnya hilang,” ujar Bob Yawger.

Ketidakpastian Diplomasi di Pakistan

Gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu ini dijadwalkan berakhir pada akhir pekan depan.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap kelanjutan perundingan damai yang direncanakan berlangsung di Pakistan.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, menegaskan bahwa tindakan AS menjadi penghalang utama proses diplomasi saat ini.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan belum memberikan kepastian mengenai perpanjangan gencatan senjata dan menegaskan blokade akan terus diberlakukan.

Kondisi Pasokan di Selat Hormuz

Meskipun harga saat ini masih berada di bawah puncak awal konflik, gangguan pasokan fisik tetap menjadi ancaman nyata.

Jalur perdagangan di Selat Hormuz dilaporkan hampir lumpuh total. Data terbaru pada Senin menunjukkan hanya ada tiga kapal yang melintas dalam kurun waktu 12 jam terakhir.

Para analis memperkirakan harga minyak akan sangat bergantung pada eskalasi di lapangan.

Jika perang skala penuh dapat dihindari, harga diprediksi akan mengalami penurunan bertahap, namun ketidakpastian politik tetap menjadi faktor risiko utama yang menjaga harga di level tinggi.

Exit mobile version