FAKTANASIONAL.NET – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi dingin peringatan mengenai ancaman resesi yang disebut-sebut membayangi perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026.
Purbaya secara tegas membantah kekhawatiran tersebut dan memastikan kondisi ekonomi nasional saat ini masih berada dalam fase ekspansi yang kuat.
Pernyataan ini merespons analisis Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, yang sebelumnya memberikan peringatan terkait potensi kelesuan ekonomi.
Ekonomi Masih Akselerasi
Saat meninjau aktivitas ekonomi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3), Menkeu menegaskan bahwa indikator ekonomi Indonesia tidak menunjukkan tanda-tanda kontraksi.
Baca Juga: Target Pertumbuhan 8 Persen, Mendiktisaintek Brian Yuliarto Dorong Kampus Jadi Motor Ekonomi Kreatif
“Jangankan krisis, resesi saja belum. Melambat saja belum. Kita masih ekspansi, masih akselerasi,” kata Purbaya kepada wartawan.
Purbaya juga menyoroti pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.000.
Menurutnya, pelemahan tersebut bukan semata karena faktor fundamental, melainkan dipengaruhi oleh sentimen pasar yang muncul akibat pernyataan spekulatif sebagian ekonom.
