Di bawah pengaruh fenomena El Nino Godzilla, api kecil dari sampah dapat dengan cepat menjalar ke ilalang, menciptakan kebakaran hebat yang memicu kabut asap beracun.
Kemarau diprediksi mulai menyapa pada Mei mendatang dengan puncak suhu ekstrem pada Agustus. Selain api, warga Banjarmasin dibayangi ancaman intrusi air laut.
Saat debit sungai menyusut, kadar garam pada sumber air baku PDAM akan meningkat. Husni mengimbau masyarakat untuk segera melakukan manajemen air mandiri, seperti penggunaan tandon, guna mengantisipasi krisis air bersih.
BPBD Banjarmasin memastikan layanan darurat 112 tetap siaga 24 jam. Namun, kesiagaan ini menuntut peran aktif warga untuk berhenti melakukan aktivitas pembakaran lahan sekecil apa pun.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama agar bencana lingkungan ini tidak melumpuhkan aktivitas kota. Mari mulai berhemat air dan jaga lingkungan kita tetap basah sebelum puncak panas tiba.[dit]
