FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah mendapat sedikit angin segar setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama tiga minggu ke depan.
Keputusan vital ini dicapai menyusul mediasi tingkat tinggi yang mempertemukan Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, dan Duta Besar Lebanon, Nada Moawad, di Ruang Oval Gedung Putih.
Lewat unggahannya di platform Truth Social, Trump menyebut pertemuan tersebut berjalan sangat positif. Ia menegaskan komitmen diplomasi Amerika Serikat untuk terus membantu Lebanon melindungi kedaulatannya dari pengaruh Hizbullah.
Perundingan krusial yang turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi AS ini merupakan kelanjutan dari pertemuan bersejarah pertama pada 14 April lalu.
Kendati kesepakatan gencatan senjata yang dimulai pada 16 April tersebut sukses menekan intensitas kekerasan secara signifikan, ketegangan di lapangan tetap mematikan. Militer Israel melaporkan telah menembak mati dua pria bersenjata di wilayah Lebanon selatan pada Kamis, 23 April 2026.
