“Kami memahami bahwa pemulihan mencakup kondisi fisik dan psikologis. Karena itu, KAI terus memfasilitasi pendampingan, termasuk layanan trauma healing, agar keluarga dan pelanggan dapat melalui masa ini dengan lebih tenang,” kata Anne.
Untuk mendukung kebutuhan teknis lainnya, KAI masih mengoperasikan posko informasi di lokasi kejadian.
Posko tersebut berfungsi membantu administrasi dan penyediaan informasi bagi keluarga yang membutuhkan.
Permohonan Maaf dan Evaluasi Layanan
Pihak manajemen kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo pada Senin malam (27/4/2026) lalu, yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam dan permohonan maaf kepada keluarga serta pelanggan yang terdampak. KAI akan terus mendampingi dalam setiap proses yang dijalani,” pungkas Anne.
KAI berkomitmen untuk menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi besar guna memastikan standar keamanan dan kenyamanan layanan kereta api bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama.











