Daya hancur yang ditunjukkan militer Teheran telah meruntuhkan hitungan kalkulasi intelijen Barat.
Laporan The New York Times turut memvalidasi bahwa Iran sukses menghajar 228 titik aset berharga milik AS yang tersebar di pangkalan Timur Tengah, serta 38 situs vital di dalam teritori Israel.
Fakta mematikan di lapangan ini memaksa Amerika Serikat untuk mengevaluasi ulang kapabilitas militer balistik Iran yang sebelumnya kerap diremehkan oleh analis CIA.
Yang lebih mengejutkan, masa gencatan senjata dua pekan ini justru dikapitalisasi oleh Iran untuk fase pemulihan senjata.
Berbeda drastis dengan klaim awal CIA dan Mossad yang menyebut cadangan rudal Iran tersisa 50 hingga 75 persen, laporan Intelijen Inggris justru mengungkap data sebaliknya. Kekuatan rudal dan balistik Iran diestimasi melonjak hingga 125 persen akibat perbaikan masif pascaperang.
Strategi tempur yang tak tertebak ini sukses mendesak pemerintahan Trump untuk kembali duduk di meja perundingan guna mencari jalan keluar dari potensi kekalahan perang.[dit]
