FAKTANASIONAL.NET – Gempuran udara masif yang diarahkan militer Iran ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa hari terakhir membuka babak baru dalam eskalasi geopolitik Timur Tengah.
Berdasarkan analisis Pengamat Geopolitik Internasional, Tengku Zulkifli Usman, melalui publikasi Facebook-nya, Iran meluncurkan rudal balistik, misil jelajah, dan drone tempur ke UEA sebanyak empat kali berturut-turut dalam kurun tiga hari.
Meski secara diplomatis Iran mengaburkan fakta serangan ini untuk menghindari eskalasi formal dengan AS, Teheran kini secara de facto melabeli UEA sebagai negara musuh utama, setara dengan status Israel dan Amerika Serikat.
Tindakan asimetris ini digerakkan oleh alasan taktis. UEA diidentifikasi oleh Teheran sebagai pusat komando militer, basis operasi intelijen Mossad, serta hub finansial bagi elite AS dan Israel.
Serangan presisi tinggi tersebut dilaporkan telah meluluhlantakkan infrastruktur krusial, meliputi kilang minyak, pusat data, perbankan elit, hingga aset pribadi keluarga Trump di Abu Dhabi, Fujairah, dan Dubai.
Berkat integrasi dengan satelit Rusia dan Tiongkok, navigasi serangan militer Iran terbukti sangat akurat dan mematikan.
