“Dan tanda tangan yang kedua di tahun 2026 ini, insya Allah mungkin dalam waktu satu atau dua bulan. Saya kira mungkin awal bulan ini sudah ada tanda tangan atau perjanjian kerja sama untuk berapa yang kami jatahkan untuk Kalimantan Barat,” katanya.
Sepanjang tahun 2025, Bank Kalbar tercatat telah menyalurkan pembiayaan perumahan lebih dari 700 unit rumah. Seiring target pembangunan 3 juta rumah secara nasional, Rokidi optimistis alokasi pembiayaan untuk Bank Kalbar akan semakin meningkat sehingga semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah sendiri.
“Kami di tahun 2025 ada 700-an lebih. Mungkin tahun ini, karena kan harus mencapai 3 juta, harus segera. Mungkin kami diberi porsi yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Melalui dukungan pembiayaan tersebut, Bank Kalbar berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, mendorong pertumbuhan sektor properti, sekaligus memperkuat perekonomian daerah di Kalimantan Barat.
(*Red))
