Jurnalisme Bukan Sekadar Tata Krama: Mengapa Wartawan Pantang Tunduk pada Kejahatan?

Jurnalisme Bukan Sekadar Tata Krama: Mengapa Wartawan Pantang Tunduk pada Kejahatan?/(ilustrasi/pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Dunia jurnalistik kerap dihadapkan pada persimpangan antara menjaga tata krama komunikasi dan keharusan membongkar skandal.

Satu prinsip mutlak: insan pers tidak boleh terlalu mengedepankan sopan santun ketika berhadapan langsung dengan tindak kejahatan.

Kejahatan adalah entitas yang wajib dilawan, bukan pihak yang diajak berkompromi secara halus.

Mengikis Budaya “Sopan Santun” di Depan Pelanggar Hukum

Dalam industri media massa, objektivitas memang menjadi pilar utama. Namun, bersikap objektif sama sekali bukan berarti kehilangan daya gempur atau bersikap lembek terhadap koruptor dan pelanggar hukum.

Seringkali, budaya ewuh pakewuh atau rasa segan justru dimanfaatkan oleh para pelaku kriminal kelas atas untuk menghindari cecaran pertanyaan tajam wartawan.

Mengacu pada esensi diskursus tersebut, setiap bentuk kejahatan harus dihadapi dengan ketegasan ekstra, bukan dengan senyum basa-basi.

Pers harus mengukuhkan kembali fungsinya sebagai anjing penjaga (watchdog) yang tak gentar membongkar kebusukan.

Exit mobile version