DPC GMNI Melawi Dorong Rekonsiliasi dan Konsolidasi GMNI Kalbar Lewat Konferda Bersama

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Melawi menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyatuan pengurus cabang tingkat provinsi.
Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Melawi menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyatuan pengurus cabang tingkat provinsi. (Dok. Faktanasional)

MELAWI, FAKTANASIONAL.NET – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Melawi secara resmi mendorong pelaksanaan rekonsiliasi dan konsolidasi GMNI Kalbar pada Selasa (19/5/2026).

Langkah strategis berupa konsolidasi GMNI Kalbar ini dinilai sangat penting untuk menyelaraskan arah perjuangan organisasi di tingkat daerah pasca terlaksananya perdamaian pengurus tingkat nasional.

Ketua DPC GMNI Melawi Mulyadi menyatakan bahwa persatuan dalam suatu gerakan perjuangan merupakan wujud kesadaran nyata yang dijiwai oleh prinsip teguh Sila Ketiga Pancasila.

Landasan persatuan tersebut menjadi kunci utama solidaritas antarkader guna menghadapi berbagai tantangan masa kini demi mewujudkan visi konsep Trisakti yang digagas oleh Presiden Soekarno.

Mulyadi mengingatkan bahwa persatuan kesatuan merupakan syarat mutlak untuk membangun kekuatan besar yang tak terkalahkan dalam upaya membebaskan bangsa dari segala bentuk imperialisme modern.

Ia menegaskan bahwa setiap kader harus terus mengutamakan semangat persaudaraan agar gerakan organisasi dapat menjadi penyambung lidah rakyat yang semakin kuat di lapangan nyata.

“Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen!”

Pesan pendiri bangsa tersebut secara tegas menuntut mahasiswa GMNI untuk tidak sekadar mengingat rakyat secara abstrak melainkan wajib setia membela kelompok masyarakat kecil yang tertindas.

“Lenyapkan steriliteit dalam gerakan mahasiswa!”

Instruksi tegas tersebut mengharuskan setiap kader untuk berani terjun langsung membaur bersama masyarakat luas tanpa menjelma menjadi kelompok elitis eksklusif yang menolak realitas persoalan sosial.

Setiap anggota dituntut untuk mampu menjadi pejuang pemikir yang menyeimbangkan antara ketajaman intelektual secara teoritis dengan keberanian bertindak nyata dalam membela kebenaran di tengah publik.

“Berdasarkan pada konsep gagasan Bung Karno bahwa, GMNI sebagai kader-kader yang memiliki pengetahuan dan nilai-nilai perjuangan tidak terasing dari penderitaan rakyat, sehingga saatnya perbedaan yang terjadi dikelolah untuk menjadi suatu kekuatan besar dalam suatu gagasan gerakan perjuangan,” jelasnya.

Keberhasilan pelaksanaan agenda perdamaian pengurus pusat dinilai menjadi babak sejarah baru yang wajib mendapatkan apresiasi sekaligus dukungan konkret dari seluruh tingkatan cabang di berbagai daerah.

“Sudah terlaksananya rekonsiliasi dan konsolidasi ditingkat nasional, pastinya ini akan menjadi babak baru dan tidak hanya patut mendapatkan apresiasi tetapi lebih dari itu harus didukung oleh para kader termasuklah dukungan kami DPC GMNI Kabupaten Melawi yang dalam hal ini mendorong konferda bersama dalam bingkai rekonsiliasi dan konsolidasi GMNI Kalimantan Barat ,” tegasnya kembali.

(*Red)

Exit mobile version