Hubungan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dulu diklaim mampu menurunkan eskalasi tensi di kawasan, kini juga terlihat mengalami penurunan kedekatan yang cukup signifikan.
Pertarungan unjuk kekuatan di kawasan Laut China Selatan kini nyaris menjadi menu insiden harian. Fakta ini membuktikan bahwa persaingan dua kekuatan raksasa dunia itu makin terbuka dan berpotensi memicu benturan fisik.
Pertanyaan besar yang mengemuka saat ini adalah sejauh mana Indonesia akan terdampak, dan apakah wilayah Nusantara bakal dijadikan ajang pertempuran atau sekadar arena pengamanan aset-aset strategis kepunyaan mereka.
Kendati situasi geopolitik terus memanas tanpa henti, Amir menyatakan keyakinannya bahwa baik Washington maupun Beijing sejatinya sama sekali tidak berniat menjadikan Indonesia sebagai medan perang terbuka.
Ia beralasan bahwa posisi geografis serta konstelasi ekonomi Indonesia dinilai terlalu krusial dan sangat strategis bagi kepentingan geopolitik kedua belah pihak.[dit]











