Ketegangan di Parlemen: Presiden Prabowo Instruksikan Menkeu Copot Pimpinan Bea Cukai yang Lamban

Prabowo Rancang APBN 2027: Defisit Rendah dan Rupiah Dipatok Stabil/(Youtube)

FAKTANASIONAL.NET – Dalam upaya menegakkan tata kelola pemerintahan yang bersih, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera merombak jajaran pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dilansir dari CNN, perintah ini disampaikan langsung oleh kepala negara dalam pidato Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).

Langkah radikal ini diambil sebagai respons atas maraknya keluhan dari para pelaku usaha mengenai praktik pungutan liar (pungli) yang menghambat roda perekonomian nasional.

Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi yang profesional, responsif, dan bebas korupsi. Dirinya memperingatkan seluruh jajaran menteri dan kepala badan agar tidak mengadopsi mentalitas kerja yang lamban.

“Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha (nanti bagaimana efeknya), bukan kumaha engke (bagaimana nanti),” ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut secara lugas, menekankan pentingnya akuntabilitas dan efisiensi dalam pelayanan publik.

Fokus utama restrukturisasi kali ini tertuju pada institusi Bea Cukai yang dinilai memerlukan pembenahan total dalam sistem pengawasan ekspor dan impor.

Exit mobile version