“Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” kata Darmawan.
Pertahankan Laba Bersih di Tengah Tekanan Kurs
Lebih lanjut, Darmawan memaparkan bahwa indikator keuangan perseroan tetap berada dalam koridor yang sehat dengan perolehan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun.
Hasil ini dinilai memuaskan mengingat korporasi harus menghadapi tantangan eksternal berupa gejolak fluktuasi nilai tukar mata uang asing yang menekan neraca keuangan.
“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” pungkas Darmawan.
Baca Juga: Gebrakan Srikandi PLN: Transformasi Perempuan Sebagai Penggerak Ekonomi Nasional di Hari Kartini
