Akselerasi Net Zero Emission 2060, Pertamina Pacu Transisi Energi Sektor Darat, Laut, dan Udara

Pertamina menegaskan komitmennya memacu transisi energi dari hulu ke hilir demi mendukung target Net Zero Emission 2060./Dok. Humas Pertamina

3. Transportasi Udara: Sustainable Aviation Fuel (SAF)

Di industri aviasi, Pertamina melalui maskapai Pelita Air mempelopori penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Bahan bakar ramah lingkungan ini diproduksi dengan memanfaatkan minyak jelantah (used cooking oil), yang terbukti menjadi solusi konkret dalam mereduksi emisi karbon penerbangan global.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Utama

Menanggapi langkah masif industri, Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menekankan bahwa keberhasilan transisi energi di tingkat lokal sangat bergantung pada eratnya kerja sama antara dunia akademik dan praktisi lapangan.

“Transisi energi tidak dapat dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal. Universitas Pertamina berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan riset, inovasi, pengembangan SDM, dan aksi nyata guna mendukung terciptanya ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia,” papar Djoko.

Pandangan senada juga disampaikan oleh Guru Besar dari University of Southern California (USC) Sol Price, Prof. Marlon Boarnet. Menghadiri forum sebagai pembicara utama, Prof. Marlon menyebut dunia saat ini sedang berada di fase awal transformasi mobilitas hijau, di mana komoditas seperti biofuel dan drop-in fuels memegang peran sangat krusial sebagai jembatan transisi.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa untuk sektor yang sulit didekarbonisasi (hard-to-abate) seperti pelayaran laut, diperlukan solusi energi dengan densitas tinggi seperti green ammonia.

Prof. Marlon mengingatkan bahwa transisi energi kini telah bergeser dari sekadar masalah kepatuhan regulasi menjadi sebuah transformasi industri global yang wajib dihadapi lewat kolaborasi erat.

Merespons dinamika tersebut, Pertamina berkomitmen untuk terus mempertajam scenario planning dan transformasi bisnisnya.

Agung menutup dengan menegaskan bahwa seluruh proses ini akan dijalankan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) bagi generasi masa depan.

Baca Juga: Heboh Harga Asli Pertalite Rp16 Ribu, Pertamina Ungkap Fakta di Balik Subsidi BBM

Exit mobile version