Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 26 Mei 2026

Banjir merendam tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (25/5). Sumber foto : BPBD Kabupaten Parigi Moutong

Sementara itu di luar Pulau Jawa, banjir melanda Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Senin (25/5) pukul 16.00 waktu setempat. Peristiwa ini dipicu hujan deras yang menyebabkan debit air sungai naik sehingga menggerus tanggul sungai. Luapan air membanjiri area persawahan, empang, hingga permukiman warga yang berada di 3 Desa yakni Desa Sibalago di Kecamatan Toribulu, Desa Tolai di Kecamatan Torue, dan Desa Balinggi Jati di Kecamatan Balinggi.

Sebanyak 30 unit rumah dilaporkan terdampak. Selain rumah, banjir juga berdampak pada jalan penghubung antar desa, area persawahan, dan empang milik warga. Karena arus yang deras, kendaraan roda dua sempat dilarang melewati wilayah terdampak banjir. Hingga kini masih dilakukan pendataan kerugian dan dampak akibat peristiwa tersebut.

Hingga Senin (25/5) malam, BPBD Kabupaten Parigi Moutong melaporkan banjir belum surut. Sementara di lapangan hujan masih teru berlangsung.

Sementara itu di Provinsi aceh, kebakaran lahan terjadi di Kampong Weh Pesam, Kecamatan Weh Pesam, Kabupaten Bener Meriah pada Senin (25/2). Lahan seluas kurang lebih satu hektar tersebut terbakar pada siang hari tepatnya pada pukul 12.47 WIB. BPBD Kabupaten Bener Meriah segera mengerahkan armada pemadam kebakaran dan berhasil memadamkan api pada hari yang sama. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

*Gempa Bumi di Sulawesi Utara dan Papua Barat*

Selain bencana hidrometeorologi, peristiwa gempabumi terjadi dan dirasakan di dua provinsi di Tanah Air. Pertama, gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,7 mengguncang Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (26/5) pukul 03.39 WIB dini hari. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 22 km. Selain di Kota Bitung, gempa turut dirasakan di Kabupaten Minahasa selama kurang lebih 2 hingga 3 detik. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga Selasa (26/5) pukul 07.00 WIB, tidak ada dampak yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.

Sementara di Provinsi Papua Barat, gempa berkekuatan M 5,1 dirasakan di Kabupaten Kaimana selama kurang lebih 10 detik pada pukul 05.03 WIB. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 km dengan posisi 3.96 Lintang Selatan, 133.99 Bujur Timur. Pasca kejadian, situasi di lapangan terpantau tetap kondusif dan tidak ada dampak kerusakan yang ditimbulkan.

*Bencana Hidrometeorologi Masih Mendominasi*

Bencana hidrometeorologi basah masih mendominsai kejadian bencana di Indonesia hingga pekan terakhir Mei 2026. Selama sepekan kedepan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Pulau Sumatra, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Di sisi lain, memasuki bulan Juni, sebagian wilayah Indonesia telah mengalami musim kemarau yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan juga masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap ancaman bahaya bencana karena faktor hidrometeorologi basah maupun kering. Selain itu, ancaman baha geologi juga berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.