“Kementerian Kesehatan terus memantau situasi global dan melakukan penguatan kewaspadaan lintas sektor. Kami memastikan seluruh pintu masuk negara, baik pelabuhan maupun bandara, meningkatkan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari negara terdampak,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (18/5).
Empat Langkah Konkret Kemenkes RI di Lapangan
Guna membentengi wilayah Indonesia dari potensi importasi kasus virus Ebola strain baru ini, Kemenkes telah menyiapkan empat strategi utama di lapangan:
-
Skrining Ketat: Penyiagaan penuh petugas kesehatan dan penguatan pemantauan suhu bagi pelaku perjalanan di seluruh bandara dan pelabuhan internasional.
-
Fasilitas Rujukan: Penyiapan jalur dan prosedur rujukan kilat ke rumah sakit berstandar internasional jika ditemukan penumpang dengan gejala klinis mengarah ke Ebola.
-
Sistem Digital Terintegrasi: Seluruh data laporan dari pintu masuk negara terintegrasi selama 24 jam penuh melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) serta Public Health Emergency Operation Center (PHEOC).
-
Kesiapan Laboratorium: Kapasitas laboratorium nasional disiagakan secara penuh untuk mendukung uji sampel, deteksi cepat, serta respons dini.
Baca Juga: Sinergi Kemenpora dan KONI: PON 2028 NTB-NTT Fokus pada Prestasi Olimpiade dan Pemersatu Bangsa
