“Kalau ditanya apakah ada yang dikorbankan, tentu ada. Yang dikorbankan adalah fiskal, pengeluaran lain yang lebih prioritas, dan mungkin sebagian perusahaan negara,” jelas Sudirman secara gamblang.
Ia pun memberikan peringatan keras bahwa ketika sebuah keputusan strategis energi sudah terseret ke dalam pusaran kepentingan politik jangka pendek, maka sektor fundamental lainnya akan menerima getah ekonomi yang berat.
“Begitu masuk politik populis, maka semuanya dikorbankan,” pungkasnya.
Baca Juga: Menko ESDM Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pemerintah Amankan Pasokan Alternatif dari AS
