Rahasia Kekuatan Militer RI di Tengah Perang Logistik Bahan Baku Global

Rahasia Kekuatan Militer RI di Tengah Perang Logistik Bahan Baku Global/(Foto:Ilustrasi/@pixabay)

Jakarta bahkan mencatatkan keunggulan mutlak pada sektor maritim dengan menempati posisi nomor satu untuk kategori armada laut niaga (merchant fleet). Keunggulan ini memberikan basis logistik laut yang solid, yang berfungsi sebagai otot penyokong mobilisasi pasukan dan amunisi saat krisis bersenjata melanda negara kepulauan ini.

Meskipun memiliki modal hulu yang melimpah, ketahanan hilir Indonesia masih menghadapi tantangan berat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan lonjakan nilai impor senjata dan peluru sebesar 160 persen dalam tiga tahun terakhir, hingga mencapai US$ 467,97 juta pada tahun 2025.

Ketergantungan pada komponen canggih seperti mesin jet dan sensor elektronik membuat industri pertahanan domestik rawan terkena dampak disrupsi pasokan global.

Pemerintah terus memacu kemandirian lewat PT Pindad yang kini menjadi ujung tombak utama. Produksi munisi kaliber kecil terus digenjot dari 400 juta butir per tahun menjadi target 600 juta butir.

Kendaraan taktis lokal seperti Maung dan Anoa juga telah dikuasai penuh, membuktikan bahwa Indonesia perlahan sedang merajut kemandirian pertahanan dari hulu ke hilir secara nyata.[dit]

Exit mobile version