Rahasia Kekuatan Militer RI di Tengah Perang Logistik Bahan Baku Global

Rahasia Kekuatan Militer RI di Tengah Perang Logistik Bahan Baku Global/(Foto:Ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Peta geopolitik modern kini tidak lagi bertumpu pada jumlah prajurit, melainkan pada ketahanan rantai pasok material strategis pertahanan.

Dilansir dari CNBC, laporan terbaru JP Morgan bertajuk Pandora’s Bog: the global energy shock of 2026 menggarisbawahi bahwa intensitas konflik bersenjata memicu lonjakan kebutuhan logam pertambangan dalam waktu singkat.

Dinamika ini terlihat nyata dalam operasi militer Amerika Serikat pada awal perang Iran, akhir Februari 2026 lalu.

Di tengah tren global di mana anggota NATO didorong mengalokasikan 5 persen PDB untuk anggaran pertahanan, serta AS yang menggelontorkan dana hingga US$ 831,5 miar, pemenuhan bahan baku teknologi pertahanan menjadi penentu utama kemenangan.

Dalam pusaran persaingan ini, posisi Indonesia di peta kekuatan pertahanan global sangat diperhitungkan. Merujuk data Global Firepower (GFP) 2026, Indonesia sukses menduduki peringkat ke-13 dari 145 negara berkat penilaian komprehensif pada aspek personel, keuangan, hingga geografi konvensional.

Exit mobile version