“Kami melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sebagai basis pertumbuhan industri elektronik. Melalui investasi ini, PT BEST ingin menghadirkan kontribusi nyata, bukan hanya melalui produk, tetapi juga melalui pengembangan teknologi, SDM, dan ekosistem industri nasional,” kata Andy menjelaskan.
Guna menggerakkan roda operasional pada tahap awal, manajemen perusahaan memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja akan menyerap hingga ratusan orang, di mana alokasi penyerapan sumber daya manusia (SDM) tersebut akan diprioritaskan bagi para pekerja lokal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Seluruh modal yang digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas pabrik ini dipastikan bersumber sepenuhnya dari pendanaan internal PT BEST.
Status kepemilikan modal ini menegaskan posisi korporasi sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) murni. Intervensi kapital ini sengaja diambil demi memperkokoh struktur industri domestik sekaligus menekan angka ketergantungan pasar nasional terhadap produk-produk impor dari luar negeri.
Langkah konkret pembangunan fasilitas manufaktur ini juga menjadi bagian dari eksekusi strategi jangka panjang perseroan untuk meletakkan fondasi industri yang kokoh, berkelanjutan, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun regional.
Ke depan, area kawasan industri milik PT BEST tersebut tidak hanya dioptimalkan untuk menggenjot kapasitas volume produksi semata, melainkan bakal dikembangkan lebih lanjut agar bertransformasi menjadi pusat pengembangan inovasi teknologi serta peningkatan kompetensi industri elektronika nasional.
Baca Juga: Paradoks! Katanya Swasembada tapi Impor 35 Ribu Ton Beras
