Aming, salah satu pemeran dalam film tersebut, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan BKN PDIP. Dia menegaskan bahwa kesuksesan film ini membuktikan film lokal kian diakui dunia.
“Alhamdulillah atas dukungan kalian semua filmnya bisa ditayangkan di 148 negara. Itu menjadi bukti bahwasanya film lokal semakin mendapat tempat di kancah perfilman dunia internasional. Dan itu tidak akan terjadi kalau tidak ada dukungan dari kalian semua,” kata Aming.
Menjawab pertanyaan dari awak media mengenai alasan memilih film ini, Once Mekel menekankan pentingnya ruang ekspresi dan sisi kritis dalam karya sinematografi. Anggota Komisi X DPR RI ini berharap generasi muda terus termotivasi.
“Kenapa kita pilih film Ghost in The Cell? Pesan yang kami sampaikan sebetulnya pertama bahwa kami sebagai organisasi kebudayaan ingin memperjuangkan satu dukungan terhadap film Indonesia, kedua ekspresi. Ruang ekspresi ini penting buat kita. Film ini punya kekuatan selain sinematografinya bagus, skripnya bagus, akting teman-teman bagus, juga ada ruang-ruang kritis yang bisa kita tonton di situ,” kata dia.
Aming pun menambahkan apresiasinya terhadap pemilihan film ini sebagai bagian dari perayaan Bulan Bung Karno. Ia menilai hal ini sebagai bukti dukungan nyata terhadap karya anak bangsa. “Jujur saya sangat-sangat mengapresiasi sekali,” kata dia.
Krisdayanti juga mengapresiasi inisiatif BKN PDIP dan Kulturanesia dalam menggelorakan semangat Trisakti Bung Karno, khususnya berkepribadian dalam kebudayaan, melalui acara nonton bareng ini. Dia turut mengucapkan selamat kepada tim film yang berhasil menembus 148 negara.
Diantara para penonton tampak juga hadir Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Wagub DKI Jakarta Rano Karno menambahkan pihaknya memang mendukung pengembangan perfilman nasional, melalui Jakarta Film Commission yang sedang dikerjakan.
“Nanti malam ada kegiatan yaitu Jakarta Future Festival. Saya akan membahas tentang Film Commission dan Jakarta sebagai kota sinema” ujar Rano.
