FAKTANASIONAL.NET – Harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar domestik terpantau mengalami fluktuasi pada perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti bawang merah, beras, dan minyak goreng, sementara kelompok cabai dan daging ayam justru mengalami tren penurunan.
Lonjakan harga tertinggi pada perdagangan hari ini dicatatkan oleh komoditas bawang merah yang melesat hingga 19,25 persen menjadi Rp60.700 per kilogram (kg).
Tren kenaikan ini juga diikuti oleh bawang putih yang menguat sebesar 7,76 persen ke posisi Rp41.650 per kg.
Untuk komoditas beras, pergerakan harga bervariasi bergantung pada kelasnya.
Beras kualitas bawah II mencatat peningkatan sebesar 6,57 persen menjadi Rp15.400 per kg. Di sisi lain, harga beras kualitas super hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,29 persen menjadi Rp17.500 per kg.
Baca Juga: Spotify Premium Makin Mahal: Kenaikan Harga Langganan di Amerika
Sektor minyak goreng juga tidak luput dari kenaikan harga pada awal pekan ini. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 1,46 persen menjadi Rp24.350 per kg, disusul minyak goreng kemasan bermerek II yang merangkak naik 1,51 persen ke posisi Rp23.500 per kg. Untuk jenis minyak goreng curah, harganya ikut meningkat 0,73 persen menjadi Rp20.700 per kg.
Selain itu, komoditas daging sapi di pasar tradisional tercatat naik 1,24 persen menjadi Rp142.800 per kg.
Sementara untuk komoditas pemanis, harga gula pasir lokal masih bertahan stabil di level Rp19.150 per kg, sedangkan jenis gula pasir premium terkoreksi tipis 0,25 persen menjadi Rp20.200 per kg.
Meski demikian, penurunan harga yang cukup signifikan melanda sektor hortikultura lainnya, terutama kelompok cabai.
Harga cabai merah keriting terpangkas hingga 14,19 persen menjadi Rp59.250 per kg, dan cabai merah besar turun 7 persen ke posisi Rp67.050 per kg.
Penurunan harga yang meringankan beban konsumen juga terjadi pada komoditas daging ayam ras segar yang merosot 7,79 persen menjadi Rp36.100 per kg.
Melengkapi tren penurunan tersebut, harga telur ayam ras tercatat turun 2,13 persen dan kini diperdagangkan di level Rp29.850 per kg.
Baca Juga: Wujud Ketahanan Pangan, GNTI Serahkan Hasil Panen Raya Jagung kepada Megawati Soekarnoputri











