Rahasia Cerdik Sunan Ampel Taklukkan Majapahit Tanpa Senjata, Trik “Emas” Ini Jadi Kunci!

Rahasia Cerdik Sunan Ampel Taklukkan Majapahit Tanpa Senjata, Trik "Emas" Ini Jadi Kunci!/(Dok.Faktanasional)

FAKTANASIONAL.NET – Sejarah mencatat keruntuhan moral pernah melanda Kerajaan Majapahit akibat gaya hidup mewah para elitenya. Di tengah kondisi kelam tersebut, hadir Raden Rahmat atau Sunan Ampel.

Lahir pada 1401 M sebagai putra Syaikh Maulana Malik Ibrahim dan putri Campa, ia menginjakkan kaki di Tuban pada 1443 bersama Ali Musada dan Raden Burere.

Berbekal hubungan kekerabatan dengan permaisuri Dewi Sasmitraputri, keponakan Prabu Kertawijaya ini memulai misi dakwahnya yang legendaris.

Merujuk pada tajuk ilmiah karya Nurhamiyatun dari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, Sunan Ampel menerapkan fikih Mazhab Hanafi dengan pendekatan yang sangat humanis.

Ia meluncurkan falsafah “Moh Limo”, sebuah seruan kultural untuk menjauhi lima maksiat utama: judi (main), mabuk (ngumbe), mencuri (maling), narkoba (madat), dan zina (madon).

Tak hanya itu, tokoh Walisongo ini mengadopsi sistem asrama dan biara milik pendeta Hindu-Buddha ke dalam model pendidikan pesantren.

Pendekatan pragmatis dan gradual ini berhasil menyerap tradisi lokal tanpa menghilangkan esensi akidah Islam, sehingga masyarakat tidak merasa asing.

Salah satu taktik paling unik yang dilakukan Sunan Ampel adalah melakukan perubahan nama infrastruktur penting. Sungai Brantas diubah menjadi Kali Emas, sementara Pelabuhan Jelangga Manik diganti namanya menjadi Tanjung Perak.

Magnet nama “emas” dan “perak” ini sukses memicu gelombang kedatangan masyarakat ke Surabaya. Saat warga berbondong-bondong datang, Sunan Ampel memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajarkan Islam.

Melalui lima langkah strategis—mulai dari pembagian hierarki wilayah Majapahit, dakwah persuasif, perang ideologi melawan mitos dogmatis, merangkul tokoh berpengaruh, hingga menguasai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat—Sunan Ampel berhasil menyebarkan Islam secara masif sekaligus damai di tanah Jawa.[dit]