“Sampah laut yang ditemukan 90 persennya berasal dari daratan. Jadi yang kita lakukan di darat sangat berdampak pada kondisi laut di masa depan,” ujar dia.
Selain sampah domestik, Aditya juga mengungkapkan keresahannya terhadap maraknya alat tangkap ikan yang ditinggalkan begitu saja di laut (abandoned fishing gear).
Limbah peralatan tersebut dinilai sangat berbahaya karena mampu merusak terumbu karang serta menjerat mamalia laut seperti lumba-lumba dan biota lainnya.
Baca Juga: Langkah Tegas TNI AL dan KKP: Pagar Laut Mulai Dibongkar Sesuai Instruksi Presiden
