SINGKAWANG, FAKTANASIONAL.NET – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN Kota Singkawang tahun 2026 resmi bergulir di GOR Bantilan pada Rabu (10/6/2026) untuk mempertandingkan kemampuan para pelajar daerah.
Kompetisi olahraga bergengsi ini diikuti oleh deretan siswa-siswi terbaik pada jenjang SD dan SMP yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Ketiga cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kompetisi bentukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang ini meliputi perlombaan badminton, renang, serta pencak silat.
Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin menyebut penyelenggaraan O2SN Kota Singkawang ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan mental karakter para pelajar.
Kegiatan kompetisi olahraga tahunan ini dinilai sangat krusial sebagai sarana efektif untuk membentuk karakter generasi muda yang sehat tangguh disiplin serta senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Menurutnya kompetisi khusus pelajar ini memiliki peran yang strategis dalam menanamkan nilai positif sekaligus menjadi wadah pencarian bibit atlet potensial tingkat daerah yang dapat dibina secara berkelanjutan.
“O2SN merupakan sarana yang sangat baik untuk menggali dan mengembangkan potensi olahraga siswa. Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat melahirkan atlet-atlet muda yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar dari ajang olahraga ini dapat lahir generasi penerus yang kelak mampu membawa prestasi daerah menuju ke level kompetisi yang jauh lebih tinggi.
Upaya pembinaan olahraga di lingkungan institusi pendidikan memang selalu perlu dilakukan secara berkesinambungan agar seluruh bakat yang dimiliki oleh setiap siswa dapat berkembang secara optimal.
“Semoga melalui O2SN Tahun 2026 ini dapat lahir generasi muda Kota Singkawang yang sehat, tangguh, sportif, dan berprestasi, serta mampu membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu Kepala Disdikbud Kota Singkawang Asmadi menjelaskan bahwa penerapan pendidikan berkualitas itu harus mampu mengembangkan seluruh aspek potensi peserta didik secara utuh.
Aspek-aspek dasar pengembangan pendidikan yang dimaksud mencakup kematangan intelektual emosional sosial hingga kualitas kebugaran fisik dari para pelajar tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa proses pembentukan karakter tidak semata-mata hanya berlangsung di dalam ruang kelas teori melainkan harus ditempa melalui berbagai kegiatan praktik ekstrakurikuler luar ruang.
“Ketika belajar di kelas siswa kita latih untuk olah pikir, di pentas seni dan budaya kita latih untuk olah rasa, ketika mereka berinteraksi secara baik dengan sesama maka itu adalah olah hati, dan olahraga menjadi bagian penting dalam membentuk olah raga siswa. Itulah tujuan utama pendidikan,” ujar Asmadi.
Asmadi menegaskan bahwa persoalan keterbatasan anggaran kas daerah tidak boleh sampai menjadi sebuah hambatan bagi dunia pendidikan dalam upaya sungguh-sungguh mengembangkan potensi minat peserta didiknya.
Seluruh siswa sekolah di daerah harus selalu dipandang sebagai sosok aset berharga bagi bangsa yang senantiasa perlu mendapat porsi perhatian penuh serta kesempatan luas untuk terus berkembang.
“Kita harus mampu melihat siswa sebagai aset bangsa yang sangat berharga. Karena itu, pengembangan bakat dan kemampuan siswa harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Melalui serangkaian kompetisi olahraga yang terus digelar secara berjenjang pemerintah daerah merasa optimistis akan lahir para generasi muda yang berprestasi unggul serta berkarakter tangguh untuk menghadapi tantangan kehidupan masa depan.
(*Red)











