Strategi Jemput Gabah Jadi Kunci Sukses Bulog
Merespons apresiasi tersebut, manajemen Perum Bulog memaparkan bahwa tingginya efektivitas penyerapan hasil panen tahun ini dipicu oleh perubahan strategi operasional di lapangan.
Bulog kini menerapkan sistem jemput bola dengan membeli gabah secara langsung di tingkat petani, yang dikombinasikan dengan optimalisasi infrastruktur pengolahan pangan modern di berbagai daerah.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memaknai apresiasi dari BPK sebagai bukti kepatuhan perseroan terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG). Realisasi yang kuat di awal Juni 2026 ini memicu optimisme internal untuk menuntaskan sisa target tahunan lebih cepat.
“Kami akan terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh hasil panen petani terserap dengan baik, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat,” tegas Ahmad Rizal Ramdhani.
Melalui capaian positif pada kuartal kedua ini, Bulog optimistis dapat menjaga momentum penyerapan gabah secara maksimal.
Fokus operasional perusahaan ke depan akan diarahkan pada penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), baik di tingkat pusat maupun daerah, demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga: Krisis Pangan Mengancam, Prabowo Larang Keras Bulog Banting Harga Beras ke Luar Negeri
