PSM lahir atas gagasan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., sebagai wujud komitmen TNI AD dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Di tengah derasnya arus modernisasi, pencak silat tidak hanya menjadi seni bela diri, tetapi juga bagian dari identitas dan jati diri bangsa yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Komitmen tersebut membuahkan hasil setelah PSM resmi ditetapkan sebagai salah satu perguruan besar anggota IPSI Pusat dalam Musyawarah Nasional IPSI XVI Tahun 2026 di Jakarta.
Dengan status tersebut, PSM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan atlet, peningkatan prestasi, serta pengembangan pencak silat agar semakin dikenal dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Acara dilanjutkan dengan menyaksikan demonstrasi pencak silat yang menampilkan kemampuan para pesilat, penyerahan plakat, serta foto bersama sebagai simbol komitmen untuk memajukan dan mengembangkan Pencak Silat Militer di Sumatera Utara.
Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa selaku Ketua Dewan Pembina PSM Pengprov Sumatera Utara menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan PSM merupakan langkah penting untuk memastikan pembinaan organisasi dan atlet dapat berjalan lebih terarah, terstruktur, dan berkesinambungan mulai dari tingkat provinsi, cabang hingga ranting.
Pangdam berharap kehadiran PSM mampu mengembangkan sekaligus melestarikan seni bela diri asli Nusantara serta menjadi wadah dalam mencetak generasi yang disiplin, berkarakter, dan berprestasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapoksahli Pangdam I/Bukit Barisan, Danrindam I/Bukit Barisan, Danrem 022/Pantai Timur, para pejabat utama Kodam I/Bukit Barisan, Kadispora Sumut, Ketua Umum KONI Sumut beserta jajaran, Ketua Umum IPSI Sumut beserta jajaran, para pimpinan perguruan pencak silat, serta tamu undangan lainnya.
