“Bangunan lama puskesmas mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap. Semuanya keropos,” jelas Petrus.
Target Kontrak Awal Juli dan Alokasi Pelayanan
Petrus membeberkan bahwa proyek pengerjaan bangunan baru ini sudah diajukan ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).
Pihaknya memperkirakan proses penandatanganan kontrak kerja dengan pemenang tender akan rampung pada awal bulan depan.
“Diperkirakan, proses tanda tangan kontrak akan selesai pada awal Juli mendatang, tepatnya tanggal 1-2 Juli 2026,” tuturnya.
Proses pembangunan fisik puskesmas prototipe ini diperkirakan memakan waktu sekitar empat hingga lima bulan lamanya.
Selama masa konstruksi berjalan, seluruh aktivitas operasional medis dialihkan ke area gedung utama puskesmas yang dinilai masih aman dan layak digunakan.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, pelayanan rawat inap juga akan difokuskan sementara di lantai bawah gedung utama tersebut.
“Puskesmas ini melayani tujuh desa,” pungkas Petrus mengingatkan pentingnya faskes ini bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Erupsi Eksplosif Gunung Lewotobi Laki-laki: Kolom Abu Capai 18.000 Meter, Warga Diminta Waspada
