FAKTANASIONAL.NET — Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki memicu kerusakan parah pada bangunan Puskesmas Boganatar di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kerusakan melanda sejumlah fasilitas vital, mulai dari ruang rawat jalan, rumah tunggu kelahiran, laboratorium, hingga dapur gizi.
Atap dan plafon di ruangan-ruangan tersebut jebol serta bocor karena tidak kuat menahan pekatnya beban material vulkanik berupa pasir, kerikil, dan abu yang mengendap.
Meski kondisi fisik bangunan sangat memprihatinkan dan mengganggu kenyamanan, pihak manajemen memastikan roda pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak akan berhenti.
“Pelayanan tetap berjalan tetapi dipindahkan ke gedung rawat inap umum,” ujar Kepala Puskesmas Boganatar, Maria Yukensi Pogon, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Lontarkan Abu Ribuan Meter PVMBG Tetapkan Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Siaga
Yukensi menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, fasilitas kesehatan tersebut akan segera dibangun baru pada tahun ini. Walau demikian, dirinya mengaku belum bisa memastikan tanggal dan jadwal pasti kapan peletakan batu pertama proyek itu dimulai.
“Dibangun baru,” kata Yukensi singkat.
Pemerintah Pusat Kucurkan Dana Anggaran Rp 8,4 Miliar
Titik terang mengenai masa depan fasilitas kesehatan ini dikonfirmasi oleh pihak dinas terkait. Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Petrus Herlemus, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menganggarkan dana sebesar Rp 8,4 miliar untuk membangun prototipe Puskesmas Boganatar yang baru.
Langkah ini diambil sebagai solusi total untuk menggantikan infrastruktur lama yang sudah tidak layak pakai dan membahayakan keselamatan akibat bencana alam tersebut.
