PONTIANAK, FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Kota Pontianak akan mengalokasikan anggaran khusus pada tahun 2027 untuk memperbaiki sejumlah fasilitas Taman Kota Pontianak yang rusak dan berpotensi membahayakan pengunjung.
Rencana perbaikan tersebut merupakan respons langsung dari Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono terhadap berbagai keluhan masyarakat mengenai kondisi ruang terbuka hijau yang dinilai kurang terawat.
Edi menegaskan bahwa komitmen pemerintah tidak hanya sekadar menghadirkan ruang terbuka hijau melainkan juga memastikan kawasan tersebut berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman dan aman.
“Kita sudah berkomitmen bahwa ruang terbuka hijau bukan sekadar hijau, tetapi dilengkapi dengan taman, sarana olahraga, rekreasi, dan taman bermain,” kata Edi.
Ia menjelaskan bahwa beberapa ruang publik yang ada di wilayahnya saat ini telah berusia lebih dari sepuluh tahun sehingga sangat membutuhkan perawatan secara menyeluruh.
“Untuk taman-taman yang sudah jadi, apalagi usianya sudah lebih dari 10 tahun, tentu memang ada perawatan. Insyaallah tahun 2027 sudah kita alokasikan anggaran untuk perawatan taman yang rusak dan yang bisa membahayakan,” ujarnya.
Pemerintah daerah selain melakukan perbaikan fisik bangunan juga berencana melengkapi berbagai sarana maupun prasarana krusial yang dinilai masih belum memadai.
“Terus taman yang sudah ada, namun belum lengkap sarana dan prasarana pendukungnya akan kita lengkapi. Seperti taman bermain, sarana olahraganya termasuk fasilitas toilet umum,” ucap Edi.
Pemerintah secara konsisten akan terus melakukan langkah evaluasi terhadap kebutuhan fasilitas pendukung lain guna menunjang kelayakan operasional Taman Kota Pontianak.
“Termasuk penerangan, kan kita selalu evaluasi taman-taman tersebut terus pengamanan CCTV-nya juga, bahkan jaringan wifi-nya juga,” katanya.
Segala bentuk kritik dan masukan dari masyarakat luas diakui sebagai salah satu bagian terpenting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan ruang publik di wilayah tersebut.
Edi mencontohkan respons cepat petugas dalam membersihkan tumpukan sampah daun dan ranting di parit Taman Akcaya sesaat setelah keluhan kondisinya viral di media sosial.
“Setiap informasi, saran, masukan, dan kritikan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Kita tidak alergi dengan kritikan dan masukan. Contohnya Taman Akcaya kemarin ada yang memviralkan paritnya, itu kan sampah daun dan ranting, hari itu juga kita bersihkan dan angkut sampah-sampahnya,” tuturnya.
(*Red)











