Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Trump ‘Putus Asa’, Ungkap Alasan Setujui MoU AS-Iran

Pemimpin Tertinggi Iran Sebut Trump ‘Putus Asa’, Ungkap Alasan Setujui MoU AS-Iran [foto: APF]

Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima tuntutan yang dianggap berlebihan dari pihak Amerika dalam pembahasan lanjutan.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media internasional, MoU antara Iran dan Amerika Serikat ditandatangani pada Rabu, 17 Juni 2026, melalui komunikasi jarak jauh antara Trump dan Pezeshkian.

Kesepakatan tersebut memuat 14 poin penting, termasuk komitmen menghentikan konflik di berbagai front, termasuk Lebanon.

Selain itu, kedua negara sepakat membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya ditutup Iran setelah serangan pada 28 Februari.

Dalam nota tersebut, Amerika Serikat juga menyetujui pencabutan blokade angkatan laut, pelonggaran sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang dibekukan, hingga pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Meski demikian, MoU ini baru menjadi langkah awal. Kedua negara masih harus menjalani perundingan selama 60 hari untuk menyusun kesepakatan final, termasuk pembahasan mengenai program nuklir Iran dan status uranium yang telah diperkaya.[dit]