FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China mengatakan sejumlah pelajaran penting bisa diambil dari krisis Amerika Serikat (AS) dan Iran seperti penerapan norma internasional.
“Konflik yang berlangsung lebih dari seratus hari itu telah mengguncang stabilitas kawasan dan dunia, serta memberikan pelajaran mendalam bagi kita, pertama, pentingnya menegakkan aturan internasional,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi.
Pertanyaan ini disampaikannya dalam Pertemuan Pejabat Senior Keamanan Nasional BRICS di New Delhi pada Selasa (23/6/2026) dikutip dari laman Kemenlu China di Beijing.
Sebelumnya, AS dan Iran mengumumkan kedua negara telah mencapai kesepahaman 14 poin yang dimediasi Pakistan pada 14 Juni 2026.
“Penyelesaian setiap isu penting regional dan internasional harus didasarkan pada kepatuhan terhadap aturan internasional. Hukum rimba mungkin berjaya untuk sementara, tetapi tidak akan bertahan lama,” ujarnya.
Wang Yi meneruskan pelajaran lainnya adalah menghormati kedaulatan negara.
“Integritas teritorial tidak boleh diganggu gugat, dan urusan dalam negeri suatu negara tidak boleh dicampuri, ini adalah garis bawah moral paling dasar dalam hubungan internasional,” ujarnya.
Selanjutnya, membangun konsep keamanan baru, sebab negara-negara di dunia kini semakin menjadi komunitas yang saling terikat oleh nasib yang sama.
“Mencari keamanan absolut bagi diri sendiri dengan mengorbankan keamanan negara lain justru akan menjadi bumerang bagi diri sendiri,” ucapnya.
