FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Sarawak secara resmi mengundang Pemerintah Kota Pontianak untuk berpartisipasi dalam pameran produk usaha mikro kecil menengah bertajuk Borneo International Halal Showcase yang akan digelar pada bulan Juli mendatang.
Undangan kerja sama tersebut disampaikan langsung oleh Timbalan Menteri di Jabatan Premier Sarawak Abdul Rahman Junaidi saat menggelar audiensi di Kantor Wali Kota Pontianak pada Kamis 25 Juni 2026.
Abdul Rahman Junaidi menilai Kota Pontianak memiliki posisi geografis yang sangat strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi lintas batas antara wilayah Sarawak dan Kalimantan Barat.
“Pontianak merupakan nadi perdagangan dan ekonomi Kalimantan Barat, serta pintu penting kepada aktivitas perdagangan dan perkhidmatan di wilayah ini,” jelasnya.
Pihak pemerintah Sarawak memandang ibu kota Kalimantan Barat tersebut sebagai mitra krusial untuk mengembangkan sektor perdagangan pariwisata hingga perluasan jaringan industri halal.
“Pontianak ini destinasi kami yang keempat. Selama lima hari kami bergerak, dari Brunei, Sabah, Jakarta, dan hari ini Alhamdulillah berada di Pontianak, Kalimantan Barat,” ujarnya.
Kunjungan kerja lintas negara ini bertujuan memaparkan informasi lengkap mengenai agenda pameran dagang Borneo International Halal Showcase yang dijadwalkan berlangsung di Kuching pada 21 hingga 23 Juli 2026.
Perhelatan berskala internasional ini untuk pertama kalinya akan melibatkan empat kawasan utama di Kepulauan Borneo yang meliputi Sarawak Sabah Brunei serta Indonesia.
Pameran ekonomi ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung seperti pertemuan bisnis forum internasional program wirausaha hingga sesi perluasan jaringan investasi.
“Maka kami di Sarawak mengharapkan BIHAS ini menjadi platform untuk memperkukuh jaringan perniagaan, menarik pelaburan, dan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas, terutama di Kepulauan Borneo,” ujarnya.
Rangkaian acara tersebut juga menghadirkan forum diskusi strategis yang mempertemukan para pemimpin daerah serta pelaku ekonomi murni dari Sarawak dan Kalimantan Barat.
“Roundtable ini akan menjadi platform strategik untuk membincangkan peluang kerja sama yang boleh diterjemahkan kepada tindakan dan hasil yang nyata,” ungkapnya.
“Keterlibatan aktif Kota Pontianak dalam BIHAS 2026 akan memperkuat jaringan ekonomi Borneo dan membuka lebih banyak peluang kerja sama antara komunitas bisnis Sarawak dan Kalimantan Barat,” katanya.
Merespons undangan tersebut Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan ajang pameran produk komersial antarnegara itu.
“Pada prinsipnya, Pemerintah Kota Pontianak sangat mendukung dan ingin berpartisipasi,” ujarnya.
Edi Rusdi Kamtono menyadari bahwa wilayah Kuching Sarawak memiliki kedekatan jarak akses darat serta ikatan sejarah budaya yang sangat erat dengan Kota Pontianak.
Keberadaan sejumlah fasilitas pos lintas batas negara di Kalimantan Barat dinilai semakin memudahkan realisasi kerja sama riil bagi para pelaku usaha lokal.
Pemerintah Kota Pontianak berharap kegiatan tersebut mampu membuka akses pasar ekspor yang lebih luas bagi para pelaku ekonomi kreatif di kawasan perbatasan.
“Kita mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini untuk suksesnya BIHAS 2026,” pungkasnya.
(*Red)










