Cuaca Ekstrem Memicu Rentetan Bencana Alam di Indonesia Sepanjang Akhir Pekan

Kondisi wilayah terdampak tanah longsor di Desa Kuta Timur, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh (27/6). (Dok. BPBD Kota Sabang)

FAKTANASIONAL.NET – Dinamika cuaca ekstrem kembali memicu rentetan bencana alam di Indonesia mulai dari peristiwa tanah longsor di Kota Sabang hingga kebakaran lahan di Kabupaten Belitung Timur.

Tingginya curah hujan di ujung barat nusantara menyebabkan tebing longsor di Desa Kuta Timur Kecamatan Sukakarya Kota Sabang pada Sabtu (27/6/2026) petang.

Material tanah longsor yang menimpa permukiman mengakibatkan satu orang warga mengalami luka berat hingga harus dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh.

Dua orang warga lainnya dilaporkan menderita luka ringan dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sabang.

Insiden pergerakan tanah ini juga memaksa dua kepala keluarga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari ancaman longsor susulan.

Tim gabungan bersama warga setempat kini terus bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan bebatuan yang menutup akses jalan serta area permukiman.

Di sisi lain anomali cuaca yang memicu bencana alam di Indonesia juga menyebabkan musibah kebakaran lahan di Kabupaten Belitung Timur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Titik api mulai berkobar dan melahap area vegetasi kering di Desa Padang Kecamatan Manggar pada Jumat (26/6/2026) menjelang malam hari.

Amukan si jago merah tersebut dengan cepat menghanguskan sekitar satu hektare lahan kosong sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh unit pemadam.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana daerah langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan area agar bara api tidak kembali menyala.

Penyebab pasti munculnya titik api di wilayah Belitung Timur ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian setempat.

Kedua peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa frekuensi bencana alam di Indonesia masih sangat tinggi di tengah ketidakpastian perubahan iklim.

Masyarakat di wilayah perbukitan diminta untuk mewaspadai retakan tanah saat hujan lebat turun dengan durasi yang melampaui batas normal.

Warga di wilayah kemarau juga dilarang keras melakukan pembakaran lahan sembarangan yang sangat rentan memicu kebakaran berskala besar.

(*Red)