FAKTANASIONAL.NET – Banyak yang tidak menyangka bahwa pendingin ruangan (AC) memegang peranan vital dalam transformasi Singapura dari negara miskin menjadi negara maju.
Mengutip autobiografi Lee Kuan Yew, The Singapore Story, penggunaan teknologi ini menjadi kunci efisiensi publik selama kepemimpinannya pada 1965–1990, di mana ekonomi negara tersebut tumbuh rata-rata 8% per tahun.
Bagi Lee Kuan Yew, AC bukan sekadar penyejuk, melainkan instrumen esensial untuk mendongkrak konsentrasi dan produktivitas pegawai negeri.
Dalam wawancara dengan Nathan Gardels, ia menekankan bahwa tanpa AC, pekerja di daerah tropis akan kesulitan fokus akibat suhu ekstrem.
Pandangan ini kini didukung oleh berbagai riset modern, seperti studi The Impact of Temperature on Manufacturing Worker Productivity (2018), yang membuktikan bahwa suhu ruangan yang terkontrol secara signifikan meningkatkan kemampuan kognitif dan memori pekerja.
Dengan menjadikan kenyamanan kerja sebagai kebijakan strategis, Singapura berhasil membuktikan bahwa adaptasi teknologi sederhana dapat menjadi katalisator kemajuan ekonomi nasional yang fenomenal.[dit]
