FAKTANASIONAL.NET — Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren pelemahan.
Pasar energi global saat ini tengah mencatat jalur penurunan bulanan dan triwulanan terdalamnya sejak awal badai pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020 silam.
Berdasarkan penutupan perdagangan pada Selasa (30/6/2026) waktu Amerika Serikat (AS), harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Agustus merosot 23 sen atau 0,3 persen ke posisi 72,92 Dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok lebih dalam, yakni sebesar 1,25 Dolar AS atau 1,8 persen ke level 69,50 Dolar AS per barel.
Dengan koreksi ini, harga minyak dunia kini hampir sepenuhnya menghapus premi risiko dan kembali ke level sebelum pecahnya eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu.
Rapor Merah Sepanjang Juni dan Kuartal II-2026
Baca Juga: Efek Konflik Iran: Inflasi Amerika Serikat Tembus 3,8 Persen dan Bebani Dompet Warga
Kejatuhan harga sepanjang periode April hingga Juni 2026 ini menorehkan catatan buruk dalam sejarah pasar komoditas energi beberapa tahun terakhir:
-
Penurunan Bulanan (Juni): Harga Brent tercatat ambles sekitar 21 persen selama bulan Juni. Ini merupakan penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2020, saat permintaan energi global runtuh akibat lockdown pandemi.
-
Penurunan Triwulanan (Kuartal II): Sepanjang kuartal kedua 2026, Brent merosot hingga 38 persen, menjadikannya koreksi triwulanan terdalam sejak kuartal pertama tahun 2020.
Dari sisi teknikal, indikator pasar menunjukkan bahwa tekanan jual sudah sangat jenuh. Brent telah berada di wilayah jenuh jual (oversold) selama 13 hari berturut-turut, sedangkan WTI bertahan di area yang sama selama 11 hari beruntun.
