dr. Icha Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri, Ahli Psikologi Forensik: Profesi Dokter Alami Tekanan Kerja Tinggi

“Tampaknya tidak mudah bagi dokter untuk mengakui, apalagi mencari pertolongan, bahwa mereka sebagai manusia sesungguhnya juga bisa capek, sakit, dan semacamnya,” tuturnya.

Penyidik diingatkan agar tidak hanya berfokus pada dugaan ucapan intimidatif yang disampaikan kepada korban.

Aparat penegak hukum juga perlu memastikan apakah ucapan tersebut merupakan penyebab utama atau hanya menjadi pemantik di tengah persoalan lain yang telah dialami korban.

“Ketika peristiwa menyedihkan di NTT itu ingin dibawa ke pidana, cukupkah bagi polisi hanya memusatkan diri pada pembuktian atas perkataan keluarga pasien dimaksud? Bagaimana memastikan bahwa perkataan itu bukan merupakan faktor pemantik belaka? Atau perkataan itu harus disimpulkan sebagai penjelasan kausal yang memadai atas bunuh dirinya si dokter?” ujarnya.

Penanganan kasus ini, ujar Reza Indragiri Amriel, tidak berujung pada penyederhanaan persoalan yang sejatinya sangat kompleks.

“Seberapa jauh pemidanaan akan menjadi penyederhanaan yang berlebihan terhadap masalah yang sesungguhnya rumit luar biasa? Overkriminalisasi adalah satu-satunya cara kita untuk unjuk empati sekaligus mencegah terjadinya peristiwa serupa ke depannya?” ujarnya.

Sebagai informasi, kejadian ini bet ketika dua anggota DPRD TTU, Norbertus Tubani dari PKB dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar, mendatangi IGD RS Leona terkait penanganan seorang pasien anak korban gigitan ular hijau yang merupakan keponakan Therensius. Pasien tersebut diketahui merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, kedua anggota DPRD itu diduga datang dalam kondisi berbau alkohol dan berbicara dengan nada tinggi kepada dr Icha, yang saat itu sedang menjalankan tugas medis.

Peristiwa tersebut diduga meninggalkan trauma mendalam bagi dr Icha. Ia kemudian menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026.

dr Icha ditemukan ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.00 Wita setelah sempat menjalani perawatan medis karena tekanan psikologis usai diduga diintimidasi dari anggota DPRD TTU saat menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu (13/6).

Ada tiga anggota DPRD yang diperiksa pihak kepolisian. Mereka adalah Veronika Lake dari PDI Perjuangan, Norbertus Bani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Thrensius Lazakar dari Partai Golongan Karya (Golkar). (adm)

Exit mobile version