Pendapatan Petani Melejit, Berpeluang Kantongi Rp27 Juta per Bulan
Modernisasi dan program cetak sawah ini terbukti nyata menggemukkan dompet para petani lokal. Data Kementan mencatat pendapatan petani naik 30 persen pada periode 2023-2024, lalu melesat lagi 40 persen pada 2024-2025. Secara kumulatif, kesejahteraan mereka melonjak sekitar 80 persen dalam dua tahun terakhir.
Bahkan, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze melaporkan dalam pidatonya bahwa di sejumlah titik tertentu, lonjakan pendapatan real di lapangan mencatatkan angka yang jauh lebih impresif.
“Tadi Pak Bupati menyampaikan dalam pidatonya dan kami mengecek data, meningkat pendapatannya 300 persen. Inilah tujuan kita,” ujar Amran menyambut baik laporan tersebut.
Kedepannya, bagi petani yang telah sepenuhnya mengadopsi pola mekanisasi dan sistem tanam modern, peluang pendapatan bersih bisa menyentuh angka puluhan juta rupiah.
“Setelah dia sudah ketagihan dapat Rp27 juta per bulan, saya yakin disuruh tidak disuruh tanam sendiri. Baru kita bergeser lagi tempat lain. Tapi 100 ribu hektare ini harus dikawal,” imbuh Amran optimistis.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Peluang Merauke menjadi raksasa pangan memang terbuka sangat lebar.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze memaparkan bahwa dari total 4,6 juta hektare luas wilayahnya, terdapat sekitar 1,2 juta hektare lahan yang siap dialokasikan sebagai kawasan pertanian produktif.
Saat ini, program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan sudah berjalan aktif di 12 distrik.
Yoseph berharap sinergi erat dengan pemerintah pusat ini mampu mengerek total produksi padi daerah hingga 300 persen sekaligus mengunci posisi Merauke sebagai pilar ketahanan pangan utama di wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga: Imbas Video Viral “Rampok Uang Negara”, PDIP Resmi Pecat Wahyudin Moridu
