Daerah  

Lahan Seluas 4,7 Hektare Terbakar di Wilayah Banjarbaru dan Belitung Timur

Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan kering di kawasan Banjarbaru. (Dok. BNPB)

FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat peristiwa kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada awal Juli 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun pada periode Minggu (5/7/2026) hingga Senin (6/7/2026), insiden kebakaran melanda Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Titik api terpantau melahap area di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, serta Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.

Sebanyak 3,7 hektare area lahan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sejak akhir pekan tersebut.

Otoritas setempat memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat insiden di dua kecamatan tersebut.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Banjarbaru langsung berkolaborasi dengan aparat gabungan serta masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman.

Langkah taktis ini diambil guna melokalisasi kobaran api agar tidak meluas dan meminimalkan dampak asap bagi lingkungan sekitar.

Sehari sebelumnya, insiden kebakaran hutan dan lahan juga melanda Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kejadian pada Sabtu (4/7/2026) pukul 18.50 WIB itu menghanguskan area seluas satu hektare di Desa Mempaya, Kecamatan Damar.

Tim daerah setempat segera terjun ke lapangan untuk menjinakkan api sekaligus mengamankan area permukiman warga di sekitarnya.

Hingga hari Minggu (5/7/2026), kobaran api di lokasi tersebut dipastikan telah berhasil dipadamkan secara total oleh petugas di lapangan.

Tahap pendinginan lahan juga telah rampung dikerjakan sehingga kondisi di wilayah Desa Mempaya dinyatakan sepenuhnya aman dan terkendali.

Munculnya titik api di dua provinsi berbeda ini menandai awal peningkatan risiko bencana yang kerap menyertai datangnya musim kemarau.

Warga di daerah rawan bencana dituntut untuk lebih proaktif mengawasi lingkungan tempat tinggal mereka dari potensi kemunculan titik api baru.

Tindakan pencegahan dini dari warga sangat krusial untuk menekan kerugian materiil serta kerusakan lingkungan akibat bencana tahunan tersebut.

(*Red)

Exit mobile version