Hal ini berkaca dari peristiwa historis pada pemakaman Ayatollah Khomeini tahun 1989, di mana kericuhan massa menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di Qom hingga 7 Juli, sebelum diterbangkan ke Najaf dan Karbala, Irak, pada 8 Juli.
Prosesi panjang ini berakhir dengan pemakaman di kota suci Mashad pada 9 Juli.
Di balik duka, momentum jutaan pelayat ini menjadi sinyal ketahanan dan kesatuan Iran di tengah masa gencatan senjata pasca-serangan brutal Israel-AS yang terjadi pada akhir Februari lalu.[dit]
