Tidak hanya kehilangan ikan hias bernilai tinggi, Hendry juga mengungkapkan bahwa keluarganya harus menginap di hotel selama dua malam.
Keputusan itu diambil karena mereka memiliki bayi yang baru berusia tiga hari, sementara kondisi rumah tanpa aliran listrik dinilai tidak layak dan berisiko bagi kesehatan sang bayi.
Peristiwa yang dialami Hendry menambah panjang daftar keluhan masyarakat terkait dampak blackout di Pontianak.
Sejumlah warga dan pelaku usaha dilaporkan mengalami berbagai kerugian akibat padamnya listrik, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga hingga kerusakan maupun kehilangan aset usaha.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh pemadaman listrik berkepanjangan.
Warga berharap adanya langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang sekaligus memberikan kepastian mengenai mekanisme pertanggungjawaban apabila pemadaman menyebabkan kerugian material bagi masyarakat.[dit]
