Langkah AS menekan Meksiko dan melarang pengiriman minyak dari Venezuela membuat distribusi energi di pulau Karibia ini nyaris lumpuh total, memicu pemadaman listrik berkepanjangan yang melumpuhkan aktivitas warga.
Di tengah suhu musim panas yang ekstrem, warga Havana terpaksa bertahan hidup tanpa aliran listrik dan komunikasi. “Panasnya, nyamuknya, semuanya benar-benar tidak tertahankan,” ujar Omar Ortega (60), salah satu warga yang frustrasi dengan kondisi tersebut.
Bagi rakyat Kuba, krisis ini bukan lagi soal kebijakan politik luar negeri, melainkan perjuangan hidup praktis di tengah keterbatasan obat-obatan dan pasokan kebutuhan dasar yang kian menipis akibat krisis energi yang belum kunjung usai.[dit]











