“Dengan skala sebesar itu, inti penyidikan jangan lagi sebatas atas nama siapa harta itu tercatat, melainkan siapa yang secara nyata menguasai dan menikmati aset tersebut,” tandas Haidar.
Bongkar 5 Lapisan Kejahatan
Haidar Alwi menyebut ada lima lapisan yang harus didongkel oleh Polri dalam mengungkap jaringan kejahatan ini secara tuntas:
Pertama, lapisan korporasi untuk mencari pengendali riil di balik perusahaan.
Kedua, lapisan aset untuk menemukan penguasa faktual atas rumah, emas, valas, dan brankas.
Ketiga, lapisan rekening guna melacak aktor di balik mutasi dana dan transaksi valas.
Keempat, lapisan bisnis untuk memeriksa apakah skema utang-piutang antarperusahaan dipakai sebagai pembenaran aliran dana.
Kelima, lapisan proteksi untuk membongkar apakah ada kepentingan pejabat atau jaringan kekuasaan yang disembunyikan melalui orang kepercayaan.
“Karena pelaku utama pencucian uang sering kali tidak memegang uang secara langsung dan memanfaatkan orang kepercayaan demi menciptakan jarak aman, maka pendekatan follow the money, follow the asset, follow the nominee, follow the beneficial owner, dan follow the protector harus menjadi tulang punggung penyidikan ini,” tuntas Haidar Alwi.
